Senin, 22 April 2013

Makalah manajemen kelas



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah berpengalaman. Karena calon guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. Dalam artian guru mampu menyampaikan bahan pelajaran dan dapat diterima oleh  peserta didik dengan baik.
Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Sementara itu,  hasil pembelajaran ditentukan pula segala sesuatu yang terjadi di kelas. Oleh karena itu, selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik, profesional, dan berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud terlebih dahulu diperlukan pemahaman akan hal-hal umum atau prinsip-prinsip manajemen kelas sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas tentang konsep dasar, prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi: pengertian manajemen kelas, dan tujuan manajemen kelas. Pemahaman akan konsep dasar manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui.

B. RUMUSAN MASALAH
                  Berdasarkan latar belakang di atas, pembatasan masalah dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah mengajar dan manajemen kelas ?
2.     Apa pengertian dan tujuan manajemen kelas ?
  

C. TUJUAN
            Penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan diantaranya :
1.        Mengetahui tentang mengajar dan manajemen kelas.
2.        Mengetahui pengertian dan tujuan manajeman kelas.

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH


A.    MENGAJAR DAN MANAJEMEN KELAS
Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan manajerial (Depdikbud, 1983 : 9; Entang dan Raka Joni, 1983). Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Kegiatan mengajar antara lain seperti menelaah kebutuhan peserta didik, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan, mengajukan pertanyaan, dan menilai kemajuan siswa. Kegiatan manajerial kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung secara berkelanjtan. Kegiatan manajerial antara lain seperti mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan peserta didik, memmberikan ganjaran dengan segera, mengembangkan aturan main dalam kegiatan kelompok, penghentian tingkah laku peseerta didik yang menyimpang atau tidak sesuai dengan tata tertib. Dengan demikian, dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat dibedakan adanya dua kelompok masalah yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas.
Banyak guru yang kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas, sehingga pemecahannya pun menjadi kurang tepat. Masalah manajemen kelas harus ditanggulangi dengan tindakan manajemen kelas, sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan pembelajaran.
Sebagai contoh :
Pak Kusno guru bidang studi PPKN, suatu kali mengajar dengan menggunakan pendekatan dan strategi yang menarik, mengembangkan variasi metode, dan menggunakan variasi media (media pandang-dengar) agar siswa yang enggan mengambil bagian dalam diskusi kelompok tertarik, aktif, dan rajin.

Pemecahan masalah yang dilakukan Pak Kusno sudah barang tentu tidak tepat, sebab membuat pelajaran lebih menarik adalah masalah pengajaran, sedangkan masalah peserta didik yang enggan mengambil bagian di dalam kegiatan kelompok merupakan masalah manajemen kelas. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa penarikan diri peserta didik dapat menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Sebaliknya, hubungan antarpribadi yang baik antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa tidak dengan sendirinya menjamin proses belajar mengajar akan menjadi efektif. Berkaitan dengan hal tersebut, manajemen kelas merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar-mengajar yang efektif (Entang dan Raka Joni, 1983)
Walaupun istilah mengajar (teaching) dan pengajaran (instruction) sering digunakan dalam arti yang sama, adalah sangat berguna apabila memandang mengajar sebagai sesuatu yang memiliki dua dimensi yang saling berhubungan, yaitu pengajaran dan manajemen. Mengajar dengan manajemen dapat dibedakan, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran keduanya sulit dipisahkan. Manajemen kelas bermaksud menegakkan dan memelihara perilaku siswa menuju pembelajaran yang efektif dan efisien serta memudahkan pencapaian tujuan pengelolaan. Pengajaran dan manajemen bertujuan menyiapkan atau memproses – yaitu memproses atau menyiapkan perilaku-perilaku guru dan/atau siswa yang diharapkan memberikan kemudahan dalam pencapaian tujuan tertentu (Weber 1993: 1)












Rounded Rectangle: Pengajaran
Rounded Rectangle: Keberhasilan siswa









Rounded Rectangle: Manajemen
 






Gambar 1 : Keterkaitan antara manajemen kelas dan keberhasilan belajar siswa
Dibawah ini, adalah gambaran proses pengajaran dan proses manajerial yang masing-masing meliputi empat proses.

No
Proses Pengajaran
Proses Manajerial
1.
Mengidentifikasi tujuan pengajaran
Menetapkan tujuan manajerial
2.
Mendiagnosis kebutuhan siswa
Menganalisis kondisi yang ada
3.
Merencanakan dan menerapkan aktivitas pengajaran
Memilih dan menerapkan strategi manajerial
4.
Mengevaluasi keberhasilan siswa
Menilai kefektifan manajerial


B. PENGERTIAN DAN TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Manajemen dari kata management yang diterjemahkan menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Di pihak lain, Pengelolaan berarti :
1) Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain.
2) Proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan yujuan organisasi.
3) Proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yyang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencpaian tujuan (Depdikbud,1989)
Dalam arti umum kelas menunjuk pada pengertian sekelompok siswa yang ada pawa waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Pengertian umum ini di tunjuk secara didaktis dengan batasan pengertian umum tersebut, Suharsini Arikunto (1986:17-18) mengemukakan tiga persyaratan untuk terjadinya kelas.
Pertama; sekelompok anak, walaupun dalam waktu yang sama bersama-sama menerima pelajaran, teepi jika bukan pelajaran yang sama dari guru yang sama namanya bukan kelas.
Kedua; sekelompok anak yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama tetapi dari guru yang berbeda, namanya bukan kelas.
Ketiga; sekelompok anak yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama tetapi jika pelajaran tersebut diberikan secara bergantian, namanya bukan kelas. Kelas merupakan satu “kesatuan” sekolah terkecil. Di dalam penggunaan istilah kesatuan di dalam kaitan ini mengandung bahwa kelas mempunyai ciri atau karakteristik yang khusus. Kenyataan menunjukkan bahwa setiap kelas yang terdapat pada satu sekolah mamiliki suasana yang berbeda atau memiliki kondisi yang berbeda. Misalnya pada satu Sekolah Dasar yang memiliki kelas IA, IB, IC tiap-tiap kelas mempunyai kekhususun sendiri-sendiri. Kelas IA adalah kelas yang penuh gaiarah, kompak, siswa-siswanya berprestasi baik. Kelas IB adalah kelas yang tenang dan menyenangkan. Kelas IC adalah kelas yang ramai, tidak kompak dan siswa-siswanya memiliki prestasi rendah.
Berdasar uraian di atas maksud manajemen kelas adalah mengacu pada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belaar dengan baik, terus-menerus dan berkelanjutan.
Terdapat sejumlah definisi tentang manajemen kelas berikut ini yang berpangkal pada sudut pandang yang berbeda.
a. Berdasar konsepsi lama dan modern
Menurut konsepsi lama manajemen kelas adalah sebagai upaya untuk mempertahankan keyertiban kelas. Sementara itu menurut konsepsi modern, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Guru, menurut konsepsi lama , berugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakat dan energinya pada tugas-tugas individual (Johnson dan Mary Bani, 1970).
b. Bedasarkan pandangan operasional yang dikemukakan oleh Cooper (1986) dikelompokkan menjadi lima definisi,
Petama, definisi yang memandang bahwa manajemen kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa. Pandangan ini guru akan bersifat otoratif.
Kedua, Definisi yang didasarkan atas pandangan yang bersifat “permisif”. Pandangan ini menekankan bahewa guru betugas memeksimalkan perwujudan kebebasad kelas.
Ketiga, definisi yang didasarkan pada pandangan proses pengubahan tingkah laku. Menurut pandangan ini tugas gru adalah mengenbangkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak dihaarapkan. Dalam hal ini, guru berfungsi sebagai pembantu siswa dalam mempelajari tingkah laku yang diharapkan melalui prinsip-prinsip penguatan.
Keempat, definisi yang di dasrkan atas pandangan proses penciptaan iklim sosio-emosonal yang positif di dalam kelas. Aggapan dasar pandangan ini adalah bahwa kegatan belajar akan berkembang secara maksimal di dalam kelas yang beriklim positif melalui pertumbuhan hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dan antara siswa dan siswa.
Kelima, definisi yang didasarkan pada pandangan bahwa kelas merupakan sistem sosial dengan proses kelompok sebagai kuncinya. Pandangan tersebut menyatakan bahwa kehidupan kelas dalam kelompok memiliki pengaruh yang sangat berarti terhadap kegiatan belajar, kendatipun belajar dianggap sebagai proses individual.
c. Pengertian lain manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahakn untuk mewujudkan suasana belajar-mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa agar dapat belajar dengan baik.
Dengan demikian, manajemen kelas merupakan usaha sadar, untuk mengatur kegiatan belajar-mengajar secara sistematis. Usaha ssadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar-mengajar dan pegaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.
Gambar 2 : Penyiapan siswa pada saat akan masuk kelas

 
Gambar 3 : para siswa berdoa sebelum memulai pelajaran

Tujuan Manajemen Kelas adalah :
a.) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dan berbuat lebih baik.
b.) Menghilangkan hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran
c.) Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perlengkapan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
d.) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya.

                        
BAB III
SIMPULAN dan SARAN

Simpulan
                         Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar dan manajeman merupakan dua dimensi yang berhubungan, mengajar dengan manajemen dapat dibedakan, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran keduanya sulit dipisahkan. Mengajar dan manajemen kelas keduanya sangat menunjang dalam proses pembelajaran. Manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal. Tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan tenang, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin dan membentuk prilaku berbudaya dan berakhlak mulia.
  
DAFTAR PUSTAKA

Ekosiswoyo, Rusdi dan Maman Rachman. 2000. Manajemen Kelas. Semarang :  IKIP Semarang Press
Ranchman, maman. 2000. Manajemen Kelas. Semarang : IKIP Semarang Press
http://kizt.blogspot.com/2011/11/prinsip-prinsip-manajemen-kelas.html
http://perencenaan.blogspot.com/